[PENTIGRAF] MENARUH HARAP


Menaruh Harap
Oleh: Lisa Damayanti Ningrum

Aku berdiri di atas jembatan di dermaga kala sore hari itu. Menunggu kapal besar itu datang. Aku melamun sembari menatap lampu pada radar pos dermaga yang berputar 360 derajat. Sudah 2 tahun aku melakukan hal seperti ini.

Suatu hari sebuah kapal besar datang. Ku tanya beberapa petugas yang turun dari kapal itu, berharap orang yang kunantikan ada disana. Ternyata kapal itu bukanlah yang ku harapkan.

Di kemudian hari, aku kembali ke dermaga, hari itu tepatnya di malam hari. Aku menangis sekencang-kencangnya, beruntung kala itu tidak banyak orang disana. Saat perasaanku membaik, aku mengambil botol dan kertas yang ada di dalam tasku. Aku menulis sebuah pesan untuk orang yang kuharapkan. Pesan itu bertuliskan “Bu, cepatlah kembali, aku sangat rindu denganmu atau.. beritahu aku ibu ada dimana agar aku bisa menyusulmu kesana, Bu – tertanda Lira”. Kemudian, ku masukkan kertas ke dalam botol, ku tutup botol dengan sebuah penutup berbahan kayu. Ku lempar botol itu ke laut, berharap sampai pada orang yang tepat.

Komentar