Sandwich Generation

Foto credited by Cookin.ID

Bismillahirrahmanirrahim

Halo gaes kali ini Lisa mengisi blog dengan hal-hal random yang mau Lisa bicarakan dan di kali pertama, Lisa akan ngobrol tentang Sandwich Generation.

"Sandwich" seperti yang kita tahu adalah makanan roti yang berlapis-lapis yang biasanya disantap ketika sarapan pagi ala barat. Kemudian dewasa ini muncul istilah kata "Sandwich" yang digabungkan dengan kata "Generation" menjadi "Sandwich Generation". Apakah artinya generasi penyuka makanan roti berlapis-lapis? Ternyata istilah "Sandwich Generation" ini adalah generasi seperti kita yang berada di tengah lapisan, yang kemudian memiliki tanggungan lapisan atas dan lapisan bawah. Arti lebih lanjutnya, generasi yang memiliki tanggungan tidak hanya biaya kehidupan kita, tetapi juga biaya kehidupan orang tua dan anak-anak kita. Apalagi di Negara Indonesia, pertalian antar saudara sangat erat yang dimana bahkan tanggungan generasi Sandwich ini tidak hanya orang tua dan anak saja, bahkan bisa bibi, paman, dan saudara lainnya. Lisa belum kebayang sih dalam pembagian biayanya seperti apa untuk generasi Sandwich ini. Namun, generasi Sandwich ini perlu untuk diputus mata rantainya, agar tercipta generasi-generasi yang mandiri secara finansial, yang kelak di hari tua tidak menjadi sandwich bagian atas.

Financial Planning

merupakan perencanaan keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang sebagai solusi dalam rangka memutus mata rantai generasi Sandwich.

Tapi, sisi lain, jangan sampai orang tua kita dirasa oleh kita menjadi beban. Sejatinya mengurus orang tua adalah ibadah yang tinggi derajatnya dan merupakan bakti kita kepada orang tua.

Abdullah Ibnu Mas'ud RA berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah,

"Ya Rasulullah, amal perbuatan apa saja yang paling afdhal?"

Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya."

Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?"

Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." 

Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?"

Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah."

(HR. Bukhari)

 

Hal yang patut untuk kita ingat adalah kita sukses (finansial baik) berkat do'a yang selalu dicurahkan, yang selalu dihajatkan oleh orang tua kita. Kita sukses sejatinya sebagai wasilah kita berbuat kebaikan kepada orang lain dan khususnya wasilah kita untuk dapat berbakti kepada orang tua. Kita sukses bila dimanfaatkan dengan baik dan niat yang lurus, sejatinya akan menghantarkan kita kepada surga kelak.

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan, di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

(QS An Nisa : 9)

Lapisan bawah pada sandwich adalah anak-anak kita. Menuturkan perkataan Ust. Didin Hafidudin dalam Kajian Yaumi Indonesia yang disampaikan oleh Bu Kaukabus Syarqiyah, SE, MSE, CFP, Ust. Didin bahwasanya mengatakan:

Pertama, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah akidahnya atau imannya.

Kedua, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ibadahnya.

Ketiga, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ilmunya.

Keempat, jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah ekonominya.

 

Lanjut, adapun Problem dan Solusi mengenai Sandwich Generation oleh Bu Kaukabus Syarqiyah, SE, MSE, CFP, (Lisa langsung spill poin-poinnya ya hehe)

1. Mindset beribadah kepada Allah, dimana membeli benda sesuatu kebutuhan

2. Sadari bahwa Allah Maha Kaya, Allah Maha Besar; Rezeki datang dari Allah. Bila masalah keuangan sering datang menghampiri, patut bercermin diri, apakah kita kurang dekat dengan Dzat yang Maha Memberi?

3. Do'a minta pertolongan Allah

4. Sadar diri tentang kondisi keuangan

5. Punya Goals Keuangan

6. Berbagi berbagi berbagi; berbagi gak bikin kita miskin; malah bikin kita kaya dunia akhirat

7. Kurang? Ya tambah poinnyaa


Tahap Wealth Muslim #Kikautalk

Semua dalam kerangka: ketaatan kepada Allah; kebermanfaatan bagi umat

Arus kas lancar -> Mulai mencapai tujuan keuangan -> Aset yang sehat dan tanpa utang -> Miliki passive income


Yahh mungkin cukup sekian obrolan tentang Sandwich Generation yang juga banyak insight baru yang Lisa dapatkan dari menonton kajian Yaumi Indonesia.


Semoga bermanfaat

Kamu boleh share kata-kata yang ada disini, agar kebaikannya gak hanya sampai di kamu ^_^

Ingin menulis kata-kata dari Bu Kaukabus

"Menulis Goal atau Mimpi seperti Menulis Do'a"

Tulis mimpi/goal mu sebanyak-banyaknya, teruskan ikhtiar, luruskan niat, dan tingkatkan penghayatan dalam berdo'a

 

Sekian dari Lisa ^_^

Komentar